https://msj.poltekkes-mataram.id/index.php/home/issue/feedMidwifery Student Journal (MS Jou)2026-02-12T19:52:04+07:00Ginanti Larasandyglarasandy@gmail.comOpen Journal Systems<div style="width: 580px; border: 1px dotted #000; margin-bottom: 10px;"> <ul> <li><strong>e-ISSN: </strong><a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20221226041026743" target="_blank" rel="noopener">2963-4792</a> (Online<em>)</em></li> <li><strong>DOI</strong>: 10.32807/msjou</li> <li><strong>URL: </strong><a href="https://msj.poltekkes-mataram.id/index.php/home/" target="_blank" rel="noopener">https://msj.poltekkes-mataram.id/index.php/home/</a></li> </ul> </div> <p><img style="width: 200px; padding-right: 10px;" src="https://msj.poltekkes-mataram.id/public/site/images/adminojs/cover-bidan-baru.jpg" alt="" height="270" align="left" /></p> <p>Midwifery Student Journal (MS Jou) adalah jurnal yang dipublikasikan oleh Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Mataram yang diperuntukkan untuk penerbitan jurnal oleh mahasiswa Jurusan Kebidanan. Publikasi jurnal mahasiswa yang memuat tulisan ilmiah hasil- hasil penelitian maupun kajian kesehatan yang berfokus pada kesehatan ibu dan anak. Melalui wahana ini mahasiswa sebagai peneliti dan calon praktisi dalam bidang kesehatan dapat membagikan ilmu yang mereka kuasi dan didapatkan dari hasil penelitian yang telah dilakukan.</p> <p>MS Jou terbit dua kali dalam setahun, setiap bulan <strong>April</strong> dan <strong>Oktober</strong>, dan memuat 10 (sepuluh) naskah lengkap dalam bahasa Indonesia.</p> <p><strong>Indexed by:</strong></p> <p><a href="https://scholar.google.com/citations?hl=id&view_op=list_works&gmla=AJsN-F5MULXUXbz1I6HQYChtrIRiCCs4Fi9psnj_eY9KXHw_qVm9rY2FJI2JP-dbZW6jMtmTnfZvCtuXKxcEH79YbfjaGiXovutync7TCZV-FVjSoI6K9iU&user=4TcP-FgAAAAJ" target="_blank" rel="noopener"><strong><img src="https://msj.poltekkes-mataram.id/public/site/images/adminojs/google-scholar.png" alt="" width="107" height="36" /></strong></a></p>https://msj.poltekkes-mataram.id/index.php/home/article/view/31Pengaruh Alat Peraga Screaning Ca Serviks (ARSEVAVIK) terhadap Keterampilan Pemeriksaan IVA pada Mahasiswa Kebidanan Poltekkes Mataram2026-02-12T19:23:30+07:00Lale Abdila Pratiwilaleabdilapratiwi21@gmail.comImtihanatun Najahahushfksaehfoah@ngijdj.comFitra Arsy Nur Cory’ah fjkefkj@gngk.com<p><strong>Latar Belakang:</strong> Cakupan deteksi dini kanker leher rahim di Nusa Tenggara Barat, tertinggi di wilayah Lombok Timur dan terendah di kota Mataram, namun angka kejadianya tertinggi sebanyak 33 orang (1,4%), upaya pemerintah untuk menurunkan kasus tersebut adalah dengan deteksi dini kanker serviks, oleh karena itu mahasiswa sebagai calon tenaga kesehatan harus memiliki skill yang terampil, sehingga untuk meningkatkan keterampilan mahasiswa perlu banyak latihan, untuk itu diperlukan alat peraga sebagai media pembelajaran agar selama latihan mahasiswa berlatih dengan aman. <strong>Tujuan:</strong> Mengetahui pengaruh Alat peraga Screaning CA Serviks (ARSEVAVIK) Terhadap Peningkatan keterampilan pemeriksaan IVA, pada Mahasiswa Kebidanan Poltekkes Kemenkes Mataram, <strong>Metode</strong>: penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan pendekatan One Group pretest-postest, jumlah sampel 30 orang. Populasi penelitian ini mahasiswa Sarjana Terapan Kebidanan tingkat 3 semester 5. Analsis dalam penelitian ini menggunakan uji hipotesis Mc-Nemar Hasil: Keterampilan mahasiswa dalam melakukan pemeriksaan IVA meningkat sebanyak (56,6%) setelah di berikan intervensi, dari 30 responden yang awalnya tidak terampil 21 orang setelah intervensi menjadi 4 orang. hasil uji analisis di dapatkan nilai p-Value = 0.000 < 0,05, sehingga disimpulkan bahwa terdapat pengaruh alat peraga ARSEVAVIK terhadap tingkat keterampilan mahasiswa kebidanan Poltekkes Kemenkes Mataram dalam melakukan pemeriksaan IVA.</p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>Background: Early detection coverage of cervical cancer in West Nusa Tenggara is the highest in the East Lombok region and the lowest in Mataram city, but the incidence rate of cervical cancer in Mataram city is 33 people (1.4%), the government's effort to reduce these cases is through early detection of cervical cancer. Therefore, students as prospective health workers must have skilled skills, so that to improve students' skills need a lot of practice, for that props are needed as learning media so that during training students practice safety. Objective: To determine the effect of Cervical Cancer Screaning Teaching Aids (ARSEVAVIK) on the improvement of IVA examination skills, in Midwifery Students of the Mataram Ministry of Health Polytechnic. Methods: The research method was quasi-experimental with the One Group pretest-postest approach, a sample of 30 people. The population of this study is students of Applied Bachelor of Midwifery level 3 semester 5. The analysis in this study uses the Mc-Nemar hypothesis test. Results: The students' skills in conducting IVA examinations increased by (56.6%) after the intervention was given, from 30 respondents who were initially unskilled 21 people after the intervention to 4 people. The results of the analysis test obtained a p-Value value = 0.000 < 0.05, so it was concluded that there was an influence of ARSEVAVIK teaching aids on the skill level of midwifery students Department of the Ministry of Health in conducting IVA examinations.</em></p>2025-10-06T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Midwifery Student Journal (MS Jou)https://msj.poltekkes-mataram.id/index.php/home/article/view/74Hubungan Antara Kebiasaan Merokok Dalam Rumah, Status Ekonomi dan Pengetahuan Ibu dengan Kejadian Pneumonia pada Anak Usia 0-5 Tahun di RSUD Kota Mataram2026-02-12T18:52:19+07:00Wulidah A. Quratainwulidahq21@gmail.comRisky Irawan Putra Prionowulidahq21@gmail.comSukandriani Utamiwulidahq21@gmail.comKadek Dwi Pramanawulidahq21@gmail.com<p>Latar Belakang: Pneumonia merupakan penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak usia di bawah lima tahun, terutama di negara berkembang. Berbagai faktor lingkungan dan sosial berperan dalam meningkatkan risiko pneumonia, di antaranya kebiasaan merokok di dalam rumah, status ekonomi keluarga, dan tingkat pengetahuan ibu. Tujuan: Mengetahui hubungan antara kebiasaan merokok dalam rumah, status ekonomi, dan pengetahuan ibu dengan kejadian pneumonia pada anak usia 0–5 tahun di RSUD Kota Mataram. Metode: Penelitian ini merupakan studi kuantitatif analitik observasional dengan desain case control. Sampel sebanyak 60 responden diambil menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan rekam medis, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kemaknaan p < 0,05. Hasil: Sebanyak 30 anak (50%) didiagnosis pneumonia. Kebiasaan merokok dalam rumah ditemukan pada 24 responden (40%), status ekonomi rendah pada 22 responden (36,7%), dan pengetahuan ibu kurang pada 19 responden (31,7%). Analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara kebiasaan merokok dalam rumah (p = 0,001), status ekonomi (p = 0,035), dan pengetahuan ibu (p = 0,004) dengan kejadian pneumonia. Kesimpulan: Kebiasaan merokok dalam rumah, status ekonomi rendah, dan pengetahuan ibu yang kurang berhubungan signifikan dengan kejadian pneumonia pada anak usia 0–5 tahun di RSUD Kota Mataram.</p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>Background: Pneumonia is a leading cause of morbidity and mortality among children under five years old, particularly in developing countries. Environmental and socioeconomic factors such as smoking habits at home, family economic status, and maternal knowledge play an important role in increasing pneumonia risk. Objective: To determine the relationship between smoking habits at home, economic status, and maternal knowledge with the incidence of pneumonia in children aged 0–5 years at Mataram City Regional Hospital. Methods: This study used an observational analytic quantitative design with a case-control approach. A total of 60 respondents were selected using total sampling. Data were collected through questionnaires and medical records and analyzed using the Chi-Square test with a significance level of p <0.05. Results: Thirty children (50%) were diagnosed with pneumonia. Smoking at home was reported in 24 respondents (40%), low economic status in 22 respondents (36.7%), and poor maternal knowledge in 19 respondents (31.7%). Statistical analysis showed significant associations between smoking at home (p = 0.001), low economic status (p = 0.035), poor maternal knowledge (p = 0.004), and pneumonia incidence. Conclusion: Smoking at home, low economic status, and poor maternal knowledge are significantly associated with pneumonia in children aged 0–5 years at Mataram City Regional Hospital.</em></p>2025-10-06T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Midwifery Student Journal (MS Jou)https://msj.poltekkes-mataram.id/index.php/home/article/view/73Hubungan Gangguan Kebisingan dan Tingkat Stress dengan Kejadian Hipertensi pada Pegawai PLN Ampenan UP3 Kota Mataram Nusa Tenggara Barat 20232026-02-12T18:04:02+07:00Kun Firdaus Salamkunfirdaus21@gmail.comNurul Endahkunfirdaus21@gmail.comAlfian Muhajirkunfirdaus21@gmail.comLalu Buly Fatrahady Utamakunfirdaus21@gmail.com<p>Latar Belakang: Hipertensi adalah suatu kondisi pembuluh darah memiliki tekanan darah tinggi (tekanan darah sistolik ≥140 mmHg atau tekanan darah diastolik ≥ 90 mmHg). Pajanan bising yang terus-menerus dapat mengganggu tidur dan istirahat, serta memicu stres dan ketegangan pada sistem saraf, yang kemudian dapat meningkatkan tekanan darah. Suatu studi Epidemiologi di Amerika Serikat menyatakan bahwa masyarakat yang terpapar bising, cenderung memiliki emosi yang tidak stabil sehingga menimbulkan stress. Metode : Penelitian ini menggunakan desain cross- sectional dengan tujuan untuk mengetahui hubungan antara variabel independen (gangguan kebisingan dan lama bekerja) dengan variabel dependen (Hipertensi) pada saat yang sama. Hasil dan Pembahasan : Berdasarkan hasil penelitian tentang hubungan gangguan kebisingan dan tingkat stres dengan kejadian hipertensi pada pegawai PLN Ampenan UP3 Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat tahun 2023 dengan sampel sebanyak 71 responden, dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden mengalami gangguan kebisingan yaitu sebanyak 41 orang (57,7%), memiliki tingkat stres normal sebanyak 36 orang (50,7%), serta memiliki tekanan darah normal sebanyak 41 orang (57,7%). Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara gangguan kebisingan dengan kejadian hipertensi dengan nilai p-value 0,007 (p < 0,05), serta terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan kejadian hipertensi dengan nilai p-value 0,000 (p < 0,05), sehingga dapat disimpulkan bahwa gangguan kebisingan dan tingkat stres berperan terhadap kejadian hipertensi pada pegawai PLN Ampenan UP3 Kota Mataram. Kesimpulan : Dapat disimpulkan bahwa gangguan kebisingan dan tingkat stres berhubungan signifikan dengan kejadian hipertensi pada pegawai PLN Ampenan UP3 Kota Mataram tahun 2023, sehingga faktor lingkungan kerja dan psikologis perlu diperhatikan dalam pencegahan hipertensi.</p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><strong><em>Background:</em></strong><em> Hypertension is a condition in which blood vessels have high blood pressure (systolic blood pressure ≥140 mmHg or diastolic blood pressure ≥90 mmHg). Continuous exposure to noise can disturb sleep and rest, and trigger stress and tension in the nervous system, which may subsequently increase blood pressure. An epidemiological study in the United States reported that people exposed to noise tend to have unstable emotions, leading to stress. <strong>Methods:</strong> This study used a cross-sectional design aimed at determining the relationship between independent variables (noise disturbance and length of employment) and the dependent variable (hypertension) at the same time. <strong>Results and Discussion:</strong> Based on the results of the study on the relationship between noise disturbance and stress level with the incidence of hypertension among employees of PLN Ampenan UP3, Mataram City, West Nusa Tenggara in 2023, involving 71 respondents, most respondents experienced noise disturbance (41 people; 57.7%), had normal stress levels (36 people; 50.7%), and had normal blood pressure (41 people; 57.7%). The analysis showed a significant relationship between noise disturbance and the incidence of hypertension with a p-value of 0.007 (p < 0.05), as well as a significant relationship between stress level and the incidence of hypertension with a p-value of 0.000 (p < 0.05). These findings indicate that noise disturbance and stress level play a role in the occurrence of hypertension among PLN Ampenan UP3 employees. <strong>Conclusion:</strong> It can be concluded that noise disturbance and stress level are significantly associated with the incidence of hypertension among PLN Ampenan UP3 employees in 2023; therefore, workplace environmental and psychological factors should be considered in efforts to prevent hypertension.</em></p>2025-10-06T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Midwifery Student Journal (MS Jou)https://msj.poltekkes-mataram.id/index.php/home/article/view/72Hubungan Pernikahan Dini terhadap Tingkat Depresi, Kecemasan, dan Stres pada Wanita di Dusun Sade, Lombok Tengah2026-02-12T17:23:09+07:00I Gusti Agung Komang Lintang Calisthaigustiagung12@gmail.comAyu Anulusayuanulus@gmail.comSulatun Hidayatiigustiagung12@gmail.comDany Karmilaigustiagung12@gmail.com<p><strong>Latar Belakang</strong>: Pernikahan dini masih banyak terjadi di dunia maupun Indonesia. Nusa Tenggara Barat masih menempati posisi tertinggi jika dibandingkan wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Banyak kasus pernikahan dini yang dilaporkan di Lombok Tengah sehingga sampai saat ini Lombok Tengah berada di urutan ke-2. Dusun Sade merupakan salah satu Dusun di Lombok Tengah yang dijadikan sebagai tempat wisata. Adanya budaya <em>merariq kodek</em> sebagai salah satu faktor penyumbang banyaknya kejadian pernikahan dini pada wanita. Terjadinya pernikahan dini dapat disebabkan oleh faktor <em>predisposing</em>, <em>enabling</em> dan <em>reinforcing</em>. Pernikahan dini meningkatkan risiko terhadap kejadian fistula obstetrik, anemia dan eklampsia selain itu gangguan psikologi berupa kejadian depersi, kecemasan dan stres. <strong>Tujuan</strong> penelitian ini yaitu untuk mengidentifikasi gambaran kasus pernikahan dini, tingkat depresi, kecemasan, stres, dan menganalisis hubungan status pernikahan dini terhadap kejadian depresi, kecemasan dan stres pada wanita di Dusun Sade. <strong>Metode</strong>: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan pendekatan <em>cross sectional</em>. Total sampel adalah 99 wanita Dusun Sade yang dipilih secara <em>simple random sampling</em>. Data diambil dengan kuesioner DASS-42 dan diolah dengan analisis univariat dan bivariat (<em>chi-square</em>). Hasil penelitian melaporkan bahwa sebanyak 59 (59,6%) wanita menikah dini. <strong>Hasil</strong> statistik menunjukkan bahwa hubungan antara pernikahan dini terhadap kejadian depresi (PR= 1,156; 95% CI = 0,384-3,483; p= 0,796), kecemasan (PR= 0,627; 95% CI = 0,275-1,428; p= 0,265), dan stres (PR= 0,659; 95% CI = 0,264-1,646; p=0,371), secara statistik tidak signifikan. <strong>Kesimpulan</strong>: yaitu kejadian depresi, kecemasan, dan stres tidak langsung berhubungan dengan pernikahan dini pada wanita di Dusun Sade, Lombok Tengah.</p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><em>Early marriage still occurs a lot in the world and in Indonesia. West Nusa Tenggara still occupies the highest position when compared to Java, Bali and Nusa Tenggara. Many cases of early marriage have been reported in Central Lombok so that currently Central Lombok is in 2nd place. Sade Hamlet is one of the hamlets in Central Lombok which is used as a tourist spot. The existence of the merariq codec culture is one of the contributing factors to the many incidents of early marriage among women. The occurrence of early marriage can be caused by predisposing, enabling and reinforcing factors. Early marriage increases the risk of obstetric fistula, anemia and eclampsia as well as psychological disorders in the form of depression, anxiety and stress. The aim of this research is to identify the description of cases of early marriage, levels of depression, anxiety, stress, and analyze the relationship between early marriage status and the incidence of depression, anxiety and stress in women in Sade Hamlet. This research is a quantitative research using a cross sectional approach. The total sample was 99 women from Sade Hamlet who were selected using simple random sampling. Data was taken using the DASS-42 questionnaire and processed using univariate and bivariate analysis (chi-square). The research results reported that as many as 59 (59.6%) women married early. Statistical results show that there is a relationship between early marriage and the incidence of depression (PR= 1.156; 95% CI = 0.384-3.483; p= 0.796), anxiety (PR= 0.627; 95% CI = 0.275-1.428; p= 0.265), and stress (PR= 0.659; 95%</em></p> <p><em>CI = 0.264-1.646; p=0.371), not statistically significant. The conclusion is that the incidence of depression, anxiety and stress is not directly related to early marriage in women in Sade Hamlet, Central Lombok.</em></p>2025-10-06T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Midwifery Student Journal (MS Jou)https://msj.poltekkes-mataram.id/index.php/home/article/view/71Hubungan Pengetahuan, Sikap, dan Tingkat Pendidikan Terhadap Perilaku Pencegahan Anemi Pada Remaja Putri di Desa Malaka2026-02-12T16:33:59+07:00Baiq Woni Aulia Permadi Putribaiqwoni2@gmail.comAyu Anulusayuanulus@gmail.comNisia Putri Rahayunisissfkjknsf@gmai.comI Putu Dedy ArjitaDedyArjitaaaaaaaE@gmail.com<p><strong>Latar Belakang: </strong> Perilaku pencegahan anemia masuk pada jenis perilaku pemeliharaan kesehatan (<em>health maintenance</em>), perilaku ini merupakan perilaku atau usaha-usaha seseorang untuk memelihara atau menjaga kesehatan agar tidak sakit dan usaha untuk penyembuhan bila sakit. Menurut Green Lawrence dalam teori ini bahwa kesehatan seseorang dipengaruhi oleh dua faktor yakni faktor perilaku dan faktor diluar perilaku. Faktor perilaku dipengaruhi oleh 3 hal yakni <em>Predisposing factor, Reinforcing factor </em>dan<em> Enabling factor. </em></p> <p><strong>Tujuan:</strong> Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan Pengetahuan, Sikap dan Tingkat Pendidikan terhadap Perilaku Pencegahan Anemia pada remaja putri di Desa Malaka. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik observasional dengan menggunakan rancangan penelitian <em>cross sectional study</em>. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Malaka. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji <em>chi-square</em>. Batas nilai signifikansi adalah p-value <0,05.</p> <p><strong>Hasil Penelitian:</strong> Karakteristik responden sebagian besar di dominasi oleh remaja putri usia 10-15 tahun, dan pendidikan SMP. Pada analisis bivariat didapatkan hasil masing-masing variabel (p-value <0,05) dengan nilai hubungan pengetahuan dengan perilaku pencegahan anemia ( < 0,001), hubungan sikap dengan perilaku pencegahan anemia (< 0,001), hubungan tingkat pendidikan dengan perilaku pencegahan anemia (< 0,001).</p> <p><strong>Kesimpulan: </strong>Berdasarkan hasil uji statistik yang dilakukan, terdapat hubungan antara pengetahuan, sikap, dan tingkat pendidikan terhadap perilaku pencegahan anemia pada remaja putri di desa malaka.</p> <p><strong><em>Abstract</em></strong></p> <p><strong><em>Background :</em></strong><em> Anemia prevention behavior is included in the type of health maintenance behavior, this behavior is a person's behavior or efforts to maintain or maintain health so as not to get sick and efforts to heal if sick. According to Green Lawrence, in this theory, a person's health is influenced by two factors, namely behavioral factors and factors outside of behavior. Behavioral factors are influenced by 3 things, namely Predisposing factors, Reinforcing factors and Enabling factors. </em></p> <p><strong><em>Objective :</em></strong><em> This research was conducted to determine the relationship between knowledge, attitudes and education level on anemia prevention behavior among young women in Malaka Village. Method: The type of research used is observational analytics using a cross sectional study research design. The sampling technique uses purposive sampling. This research was carried out in Malaka Village. The data obtained were analyzed using the chi-square test. The significance limit is p-value <0.05. </em></p> <p><strong><em>Results :</em></strong><em> The characteristics of respondents were mostly dominated by young women aged 10-15 years, and with junior high school education. In the bivariate analysis, the results of each variable were obtained (p-value <0.05) with a value of the relationship between knowledge and anemia prevention behavior (<0.001), the relationship between attitudes and anemia prevention behavior (<0.001), the relationship between education level and anemia prevention behavior (<0.001). < 0.001). <strong>Conclusion:</strong> Based on the results of statistical tests carried out, there is a relationship between knowledge, attitudes and level of education on anemia prevention behavior among young women in Malacca village.</em></p> <p> </p>2025-10-06T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Midwifery Student Journal (MS Jou)